Apakah kamu pernah merancang kegiatan di sekolah ? Bagaian tahapan merencanakan kegiatan salah satunya adalah membuat proposal . proposal adalah rencana kegiatan yang ditulis dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan.tujuan penulis merancang proposal tersebut antaranya agar pihak yang berkepentingan memahami dengan baik,memberi izin untuk menyelanggarkan kegiatan tersebut dan menyumbang dana supaya kegiatan berlangsung secara baik.

Pengertian proposal menurut KKBI adalah rencana  yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja,perncanaan secara sistematis,matang,dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melakukan penelitian,baik penelitian di lapanga maupun penelitian di perpustakaan.tujuan proposal adalah memperoleh dana bantuan,memperoleh dukungan,dan memperoleh perijianan.

Fungsi proposal

  1. Untuk melakukan sebuah penelitian
  2. Untuk mendirikan usaha kecil,menengah,maupun besar.
  3. Untuk mengajukan kredit pada bank.
  4. Untuk mengadakan suatu kegiatan atau acara.
  5. Untuk mengajukan tender.

Jenis-jenis proposal terbagai menjadi tiga jenis:

  1. Proposal formal

Proposal formal terdiri dari tiga bagian utama,yaitu bagian penduhuluan,isi proposal,dan bagian penutup.bagian pendahuluah terdiri dari sampul dan halaman judul,surat penghantar(kata pengantar),ikstisar,daftar isi,dan penegasan permohonan.Bagian isi terdiri  dari latar belakang,pembatasaan masalah,tujuan ruang lingkup,pemikiran dasar(anggapan dasar),metodelogi,fasilitas,personilia(susunan panitia),keuntungan serta kerugian,waktu,dan biaya.pada bagian penutup terdiri dari daftar Pustaka,lampiran,label,dan sebagainnya.

  1. Proposal nonformal.

Proposal nonformal tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk surat.proposal nonformal harus selalu mengandung masalah,saran,pemecahan,dan permohonan.

  1. Proposal semiformal

Proposal semiformal hampir sama seperti dengan proposal nonformal kerena tidak selengkap jenis proposal formal.


Struktur proposal

Pada penulisan proposal ada beberapa aspek, proposal penelitian memiliki sistematika yang berbeda dengan proposal yang digunakan dalam kegiatan masyarakat.secara umum struktur proposal sebagai berikut:

  1. Latar belakang

Berisi kejadian,keadaan,atau hal yang melatarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu penelitian.

  1. Masalah dan tujuan

Masalah dan tujuan sebaiknya disebutkan secara terperinci dan spesifik menggunakan Bahasa yang rasional dan persuasif sehingga pembaca tertarik pada tujuan-tujuan tersebut.

  1. Ruang lingkup

Ruang lingkup adalah Batasan.kegiatan yang diusulkan harus dijelaskan batas-batasnya.ruang lingkup kegiatan harus jelas,artinya penyusun proposal harus menetapkan batas-batas pokok permasalahan,sasaran peserta,weilayah,dan aspek lain yang memerlukan Batasan.berdasarkan pembatasan ini seorang pembaca proposal dapat mengetahui kedalam dan keluasan objek materi yang direncanakan.

  1. Kerangka teoretis dan hipotesis

Kerangka teoretis dan hipotesis merupakan beberapa teori yang berasal dari ahli untuk mendukung pembahasan masalah pada penelitian.teori-teori tersebut merupakan dasar argumentasi bagi peneliti dalam meneliti persoalan-persoalan sehingga diperoleh jawaban yang dapat diandalkan.hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

  1. Metode

Metode berisi metode kegiatan yang akan dilaksanakan,termasuk Teknik-teknik pengumpulan data.ada beberapa metode,misalnya metode historis,deskriptif,ataupun eksperimental.contoh Teknik pengumpulan data yaitu Teknik angker(kuesioner),wawancara,observasi,studi Pustaka,atau tes.

  1. Pelaksana kegiatan

Pelaksana kegiatan berisi susunan panitia atau pelaku yang menyampaikan proposal.bila diperlukan,daftar pelaksana kegiatan dilengkapi dengan Pendidikan dan keahlian mereka.dalam proposal penelitian untuk penulisan skripsi,tesis,atau disertasi.

  1. Fasilitas

Penulis proposal perlu menggambarkan berbagai fasilitas yang dimiliki untuk lebih menyakinkan bagi penerima proposal bahwa tawaran penulis memang benar-benar serius.

  1. Keuntungan dan kerugian

Keuntungan dan kerugian perlu dikemukakan untuk menyakinkan penerima proposal bahwa biaya akan dikelurkan tidak sia-sia dengan yang akan diperoleh.keuntungan yang diperoleh dapat bersifat keuntungan yang memnag langsung diharapakan,keuntungan sampingan,penghematan,dan lain-lain.

  1. Lama waktu

Lama waktu kegiatan yang akan diselesaikan harus dijelaskan.bila kegiatan\pekerjaan tersebut terdiri dari tahap-tahap pekerjaan yang perlu diberikan yaitu rincian waktu penyelesaian untuk masing-masing tahap.

  1. Pembiayaan

Penerima proposal sangat memperhatikan biaya.namun,penerima proposal yang reputasinya baik lebih mengutamakan kualitas pekerjaan.perincian biaya dapat dibagi untuk upah.


Struktur proposal

  1. Pernyataan argumentasi

Pernyataan argumentasi merupakan pernyataan yang berisi argumentasi.argumen-argumen tersebut akan lebih menyakinkan bila disertai alasan.suatu alasan biasanya menggunakan konjungsi penyebab,seperti sebab,karena,dan oleh sebab itu.

  1. Pernyataan persuasif

Pernyataan persuasif adalah pernyataan yang bersifat persuasif yang artinya menggugah penerima proposal untuk menerima ajuan tersebut.

  1. Menggunakan kata kerja Tindakan

Kata kerja Tindakan untuk menyatakan Langkah-langkah kegiatan,misalnya mengamati,melakukan,dan mendokumentasikan.

Penggunakan kata kerja Tindakan tersebut akan mempermudah pihak penerima untuk memahami isi dan rencana proposal,sehingga tujuan proposal dibuat akan lebih mudah ditangkap.

  1. Menggunakan kata yang mengandung “perincian”

Kalimat perincian bertujuan memperjelas isi yang ingin disampaiakn dalam proposal.dalam kalimat perincian biasanya ditandai dengan kata selain itu,pertama,kedua,ketiga,dan sebagainnya.

  1. Menggunakan kata yang mengandung” pendefinisian”

Kalimat pendefisian bertujuan untukmendefinisikan suatu yang dibahas dalam proposal tersebut.dalam kalimat pendefisian biasanya ditandai dengan kata adalah,merupakan,yaitu,dan ialah.

  1. Menggunakan kata yang bermakna lugas

Kalimat lugas bertujuan agar isi proposal bersifat jelas atau tidak bermakna ganda.maka dari itu,pemilihan kata haruslah jelas agar dapat dipahami isi proposal tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman antar penulis dan penerima proposal.


Susunan proposal

Nah berikutnya ada susunan pembuatan proposal,antara lain yaitu:

  1. Halaman judul
  2. Daftar isi
  3. Bab 1-pendahuluan
  4. Bab 2-tinjuan Pustaka
  5. Bab 3-metodologi
  6. Daftar Pustaka
  7. Lampiran

Merancang sebuah proposal karya ilmiah

Untuk merancang sebuah proposal karya ilmiah kamu harus mengetahui fakta-fakta di lapangan dengan melalui observasi langsung,melakukan kegiatan wawancara,dan menyebarkan angket.fakta yang kamu temukan akan menjadi dasar penyusunan wawancara.

Penyusunan proposal dapat juga dengan membaca literatur .agar lebih mudah lakukan analisis terhadap masalah atau kebutuhan dilapangan terlebih dahulu .dengan demikian kitab isa mengajukan kegiatan yang sesuai dengan kenyataan dilapangan.

Langkah berikutnya adalah membaca literatur untuk memperkuat temuan-temuan di lpangan.literatur juga berperan sebagai rujukan atas permasalahan atau tidaknya temuan-temuan tersebut.

Penyusunan proposal harus diawali dengan kegiatan observasi lapangan .

Langkah berikutnya yaitu mengembangkan temuan-temuan tersebut kedalam sebuah proposal yang lengkap,jelas,dan menarik.hal tersebut dapat membantu proses pengesahan proposal yang telah dibuat


Read others: